Langsung ke konten utama

Edisi 24 Reborn

8 Februari 2018

Pada pertemuan menginjak ke  2 tahun Lingkar Maiyah Rampak Osing, bertepatan dengan guyuran hujan pada sepanjang sore hari  sampai menjelang acara berlangsung. Bertempat di kediaman Mas Rangga yang pada malam hari itu juga bertepatan dengan acara Selapanan Putrinya yang kedua  disambung kehadiran rekan-rekan yang tersebar dari beberapa kecamatan sekitar untuk melingkar pada acara Maiyahan malam itu.
Malam hari itu Rampak Osing kedatangan Lek Hamid dari Jombang yang merupakan adik dari Cak Nun. Bersama beberapa teman juga Mas Solihin, Mas Rozak dan Mas Sehti  dari Lumajang. Ada juga dari malang Mbah Yasin bersama istri, Cak Topeng juga bersama istri dari Malang. Dari Batu ada Mbak Anisa dan Mas Johan dari Lidah Surabaya.
Acara mulai dibuka Mas Husen dari Rogojampi mengajak sedikit jamaah untuk merespon beberapa hal yang ada di Rampak Osing. Sambil menunggu beberapa teman yang kebetulan ada kegiatan yang sedang dalam perjalanan menuju ke tempat melingkar pada malam hari itu. Selang beberapa menit kemudian setelah beberapa teman sudah melingkar, segera di mulai dengan Sholawat Indal Qiyam disambung melantunkan Shohibul Baiti dan Wirid yang di pandu Mas Hadi.
Lek Ham mengawali malam hari itu dengan mengantarkan tawasul Fatihah untuk tiga marja’ Maiyah dan tuan rumah pada malam hari itu. Setelah memperkenalkan beberapa teman yang bersama beliau untuk melingkar malam itu, Lek Ham membuka paparan tentang Tauhid. Terkait dengan kelahiran yang masih terkait dengan tema malam hari itu. Bahwa Allah menciptakan manusia adalah untuk menemukan Nya lagi. Untuk tujuan yang sama, manusia menempuh jalanya sendiri-sendiri dengan menggunakan cara masing-masing untuk menemukanNya. Seperti contoh, untuk menuju tepat melingkar malam hari itu, ada yang berangkat bersama dengan jalurnya. Ada juga yang sendiri berjalan dari arah dan kendaraan yang berlainan.

Ada beberapa masukan dari Lek Ham pada malam itu terkait dengan tema Reborn, bahwa bentuk dalam melingkar tidak harus baku, karena prinsip maiyah pada dasarnya adalah menerima siapa saja untuk belajar bersama karena membuka ruang bagi siapa saja untuk masuk ataupun keluar. Beliau menyampaikan untuk lebih banyak belajar terkait dengan tema tentang kelahiran dan berkembangnya secara khusus di Lingkar ataupun digunakan jamaah di kehidupan sehari-hari  pada surat  74 Al Mudastir dan surat 94 Al Insyirah. Pada dasarnya manusia fungsinya adalah untuk melakukan kebaikan dan yang kedua melakukan yang bermanfaat. Sharing adalah salah satu cara untuk saling berbagi kebaikan yang selanjutnya bisa di gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika kita memiliki sesuatu tetapi tidak kita sampaikan, bisa saja apa yang kita punya akan sangat bermanfaat untuk orang lain meskipun dalam kuantitas adalah sangat sedikit bagi kita. Latihan-latihan sangat diperlukan walaupun hanya sedikit untuk melakukan kebaikan yang bermanfaat.
Ada tiga point yang disampaikan Lek Ham menandai 2 tahun Lingkar Maiyah Rampak Osing : Pertama tandai lah  dua tahun rampak Osing, Kedua dengan peningkatan jarak pandang dengan cara mungkin bergabung dengan lingkar lain dan kemudian pengetahuan yang di dapat di sharingkan dengan teman-teman di Lingkar Rampak Osing, Ketiga kita harus punya metode-metode untuk menyelesaikan masalah yang mungkin timbul kedepan seiring dengan berkembangnya Lingkar. Ada satu yang ditekankan dalam  menandai 2 tahun melingkar, yaitu mengenal lebih dalam tentang masing-masing personal dan berkembang mengenal keluarga dan lingkungan.
Mas Solihin dari Lumajang melanjutkan paparan diskusi dengan fokus pada tujuan, kemudian menikmati kebersamaan dengan sharing hal-hal baru didapatkan. Mas Solihin memaparkan untuk kita tidak terlalu membebani diri kita dengan hal-hal yang tidak penting. Pada akhir jaman, beban manusia akan semakin berat seperti Rasulullah pernah menyampaikan, dan karena itulah Rasulullah sangat mencintai sampai pada akhir hayatnya beliau memanggil umatnya sampai tiga kali.
Di sesi kedua, Lek Ham mengingatkan tentang keseimbangan dan amanah. Tentang kesadaran jasmani dan rohani yang lebih banyak kita lakukan setiap hari. Pada setiap kegiatan yang kita lakukan setiap hari kuda-kuda atau pondasi harus jelas dulu dan seimbang, dalam contohnya saat kita makan. Makan itu kebutuhan jasmani dan rohani, harus diseimbangkan sesuai kebutuhan masing-masing. Berkaitan dengan amanah, Lek Ham memberikan masukan kepada Rampak Osing untuk saling berbagi tugas. Tugas sesuai dengan bakat dan minat masing-masing dalam Lingkaran Rampak Osing.
Untuk menyeimbangkan diskusi malam hari itu, sebuah Sholawat bersama-sama dikumandangkan untuk menyapa Kanjeng Nabi. Sesudahnya di lanjut Cak Yasin dari Malang. Cak Yasin dulunya awalnya tahun 90-an sering datang untuk ngaji di Menturo. Pada awalnya Cak Yasin tidak mengerti yang di bahas Cak Nun maupun Cak Fuad, disamping itu pada awalnya juga CakYasin tidak percaya dengan apa yang disampaikan dalam pengajian tersebut. Keanehannya pada setiap bulan Cak Yasin selalu datang ke Menturo walaupun ada sedikit kendala dalam keuangan. Dan pencarian sampai saat ini masih juga belum terjawab oleh Cak Yasin sendiri.

Selanjutnya acara diskusi, Tanya jawab dan masukan-masukan dari jamaah sampai sekitar pukul satu dini hari. Dan di puncaki doa olek Lek Ham.
Selepas ditutup, masih ada sedikit diskusi kecil dan obrolan dari beberapa teman sambil ngopi dan bercengkrama pada lingkar-lingkar kecil pada malam itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edisi 37 Sendang kahuripan

Menjelang pukul 20.00 sederek sudah mulai banyak yang hadir untuk sinau bareng. Sejenak setelahnya, Mas Yongki mulai memoderatori acara untuk mengalirkan acara sinau bareng pada malam hari itu. Di sambung Mas Wawan membacakan Prolog sinau pada edisi 37 dengan tema Sendang Kahuripan sekaligus sedikit mbeber kloso untuk bahan diskusi. Ada sedikit rasa penasaran melihat gambar poster dan prolog yang sudah di share di media sosial tersebut. Untuk itu ada waktu yang tersedia untuk mengutarakan rasa penasaran tersebut. Merespon pertanyaan yang saya lontarkan, Mas Gofar sedikit menjelaskan sendang itu adalah seperti sumber air yang menampung air yang biasa dipakai untuk mandi dan kegiatan lain cukup untuk beberapa orang. Mengenai teratai, disini adalah tanaman yang bersentuhan langsung dengan air untuk kelangsungan hidupnya. Menarik juga dari perjalanan yang beberapa Minggu lalu sempat diperjalankan ke Jogja dan langsung menuju candi Borobudur. Memperhaikan relief yang terda...

Edisi 38 Merangkai cinta untuk semesta

Edisi 38 Merangkai cinta untuk semesta 16 April 2019 Di Basecamp Rampak Osing Menjelang magrib, di base camp Rampak Osing sudah di persiapkan segala sesuatunya berkenaan dengan acara melingkar pada malam hari itu. Tatanan karpet, sound untuk berdiskusi dan ubo rampe yang sudah menyertai beberapa dulur-dulur penggiat sudah memulai obrolan dan diskusi ringan baik terkait dengan tema maupun hal-hal lainnya. Menjelang Isyak, beberapa penggiat yang sudah melingkar mulai memberikan sentuhan pada alat musik yang juga ikut mengiringi acara sinau bareng pada malam hari itu. Dengan lagu baik lagu Indonesia, Barat, maupun nuansa Jawa dan arab terdengar menghangatkan suasana pada malam hari itu. Selepas pukul 20.00, beberapa dulur-dulur penggiat yang sudah hadir mempersiapkan untuk memulai acara terlebih dahulu dengan bertawasul kepada Kanjeng Nabi serta Guru dan segenap sesepuh dan mengirimkan doa dan hadiah fatehah. Selama sekitar setengah jam, kemudian agar sedikit lebih santai,...

Edisi 27 Al Ngadatul Muhakamah

12 Mei 2018 Alhamdulillah, sudah waktunya melingkar untuk bulan ini. Cuaca yang cerah sore hari itu, sedikit saya memastikan kehadiran beberapa sedulur dan kesiapan dalam acara yang pada bulan ini bertempat di Pondok Pesantren Hubburridlo Dusun Sukolilo Desa Barurejo Kecamatan Siliragung Banyuwangi. Bertepatan dengan Tasyakuran yang di adakan Pondok asuhan Romo Kyai Muksin yang mengadakan acara tasyakuran Khataman Kitab Ihya’ Ulumudin ke 4 dan Tafsir Jalalen yang ke 5, acara Maiyah malam hari itu di gelar di halanab depan Ndalem   Kyai Muksin. Rangkaian acara sebenarnya sudah berjalan pada hari ke 3 untuk malm hari itu, diawali denga pagelaran wayang kulit kemudian hari kedua ada pentas hiburan rakyat berupa orkes dan hari ketiga diawali dengan pagelan jaranan pada siang hari kemudian acara puncak tasyakuran digelar sinau bareng. Dimana pada malam hari itu Pak Ilyas yang merupakan salah satu Dosen dari Salatiga Jawa Tengah yang aktif pada Lingkar Kidung Syafaat, ma...