8 Februari 2018
Pada pertemuan menginjak ke 2 tahun Lingkar Maiyah Rampak Osing,
bertepatan dengan guyuran hujan pada sepanjang sore hari sampai menjelang acara berlangsung. Bertempat
di kediaman Mas Rangga yang pada malam hari itu juga bertepatan dengan acara
Selapanan Putrinya yang kedua disambung
kehadiran rekan-rekan yang tersebar dari beberapa kecamatan sekitar untuk
melingkar pada acara Maiyahan malam itu.
Malam hari itu Rampak Osing
kedatangan Lek Hamid dari Jombang yang merupakan adik dari Cak Nun. Bersama
beberapa teman juga Mas Solihin, Mas Rozak dan Mas Sehti dari Lumajang. Ada juga dari malang Mbah
Yasin bersama istri, Cak Topeng juga bersama istri dari Malang. Dari Batu ada
Mbak Anisa dan Mas Johan dari Lidah Surabaya.
Acara mulai dibuka Mas Husen dari
Rogojampi mengajak sedikit jamaah untuk merespon beberapa hal yang ada di
Rampak Osing. Sambil menunggu beberapa teman yang kebetulan ada kegiatan yang
sedang dalam perjalanan menuju ke tempat melingkar pada malam hari itu. Selang
beberapa menit kemudian setelah beberapa teman sudah melingkar, segera di mulai
dengan Sholawat Indal Qiyam disambung melantunkan Shohibul Baiti dan Wirid yang
di pandu Mas Hadi.
Lek Ham mengawali malam hari itu
dengan mengantarkan tawasul Fatihah untuk tiga marja’ Maiyah dan tuan rumah
pada malam hari itu. Setelah memperkenalkan beberapa teman yang bersama beliau
untuk melingkar malam itu, Lek Ham membuka paparan tentang Tauhid. Terkait
dengan kelahiran yang masih terkait dengan tema malam hari itu. Bahwa Allah
menciptakan manusia adalah untuk menemukan Nya lagi. Untuk tujuan yang sama,
manusia menempuh jalanya sendiri-sendiri dengan menggunakan cara masing-masing
untuk menemukanNya. Seperti contoh, untuk menuju tepat melingkar malam hari
itu, ada yang berangkat bersama dengan jalurnya. Ada juga yang sendiri berjalan
dari arah dan kendaraan yang berlainan.
Ada beberapa masukan dari Lek Ham
pada malam itu terkait dengan tema Reborn, bahwa bentuk dalam melingkar tidak
harus baku, karena prinsip maiyah pada dasarnya adalah menerima siapa saja
untuk belajar bersama karena membuka ruang bagi siapa saja untuk masuk ataupun
keluar. Beliau menyampaikan untuk lebih banyak belajar terkait dengan tema
tentang kelahiran dan berkembangnya secara khusus di Lingkar ataupun digunakan
jamaah di kehidupan sehari-hari pada
surat 74 Al Mudastir dan surat 94 Al
Insyirah. Pada dasarnya manusia fungsinya adalah untuk melakukan kebaikan dan
yang kedua melakukan yang bermanfaat. Sharing adalah salah satu cara untuk
saling berbagi kebaikan yang selanjutnya bisa di gunakan untuk hal-hal yang
bermanfaat. Jika kita memiliki sesuatu tetapi tidak kita sampaikan, bisa saja
apa yang kita punya akan sangat bermanfaat untuk orang lain meskipun dalam
kuantitas adalah sangat sedikit bagi kita. Latihan-latihan sangat diperlukan
walaupun hanya sedikit untuk melakukan kebaikan yang bermanfaat.
Ada tiga point yang disampaikan
Lek Ham menandai 2 tahun Lingkar Maiyah Rampak Osing : Pertama tandai lah dua tahun rampak Osing, Kedua dengan
peningkatan jarak pandang dengan cara mungkin bergabung dengan lingkar lain dan
kemudian pengetahuan yang di dapat di sharingkan dengan teman-teman di Lingkar
Rampak Osing, Ketiga kita harus punya metode-metode untuk menyelesaikan masalah
yang mungkin timbul kedepan seiring dengan berkembangnya Lingkar. Ada satu yang
ditekankan dalam menandai 2 tahun
melingkar, yaitu mengenal lebih dalam tentang masing-masing personal dan
berkembang mengenal keluarga dan lingkungan.
Mas Solihin dari Lumajang
melanjutkan paparan diskusi dengan fokus pada tujuan, kemudian menikmati
kebersamaan dengan sharing hal-hal baru didapatkan. Mas Solihin memaparkan
untuk kita tidak terlalu membebani diri kita dengan hal-hal yang tidak penting.
Pada akhir jaman, beban manusia akan semakin berat seperti Rasulullah pernah
menyampaikan, dan karena itulah Rasulullah sangat mencintai sampai pada akhir
hayatnya beliau memanggil umatnya sampai tiga kali.
Di sesi kedua, Lek Ham
mengingatkan tentang keseimbangan dan amanah. Tentang kesadaran jasmani dan
rohani yang lebih banyak kita lakukan setiap hari. Pada setiap kegiatan yang
kita lakukan setiap hari kuda-kuda atau pondasi harus jelas dulu dan seimbang,
dalam contohnya saat kita makan. Makan itu kebutuhan jasmani dan rohani, harus
diseimbangkan sesuai kebutuhan masing-masing. Berkaitan dengan amanah, Lek Ham
memberikan masukan kepada Rampak Osing untuk saling berbagi tugas. Tugas sesuai
dengan bakat dan minat masing-masing dalam Lingkaran Rampak Osing.
Untuk menyeimbangkan diskusi
malam hari itu, sebuah Sholawat bersama-sama dikumandangkan untuk menyapa
Kanjeng Nabi. Sesudahnya di lanjut Cak Yasin dari Malang. Cak Yasin dulunya awalnya
tahun 90-an sering datang untuk ngaji di Menturo. Pada awalnya Cak Yasin tidak
mengerti yang di bahas Cak Nun maupun Cak Fuad, disamping itu pada awalnya juga
CakYasin tidak percaya dengan apa yang disampaikan dalam pengajian tersebut. Keanehannya
pada setiap bulan Cak Yasin selalu datang ke Menturo walaupun ada sedikit
kendala dalam keuangan. Dan pencarian sampai saat ini masih juga belum terjawab
oleh Cak Yasin sendiri.
Selanjutnya acara diskusi, Tanya jawab
dan masukan-masukan dari jamaah sampai sekitar pukul satu dini hari. Dan di
puncaki doa olek Lek Ham.
Selepas ditutup, masih ada
sedikit diskusi kecil dan obrolan dari beberapa teman sambil ngopi dan
bercengkrama pada lingkar-lingkar kecil pada malam itu.



Komentar
Posting Komentar