6 Desember 2016 Imam Ali kw. pernah berkata "semut di seberang lautan jelas kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tiada kelihatan". Ini adalah sebuah perumpamaan, bahwa kita sebagai manusia seringkali dengan mudah mengidentifikasi kekeliruan orang lain tapi hampir-hampir tidak bisa melihat keburukan diri sendiri. Kita begitu mudah melihat orang lain sebagai pihak yang salah, kita sangat enteng mengatakan orang lain buruk, tapi kita jarang atau bahkan tidak pernah menempatkan diri kita pada posisi yang sama. Hidup adalah hitam-putih. Jika orang lain (sudah kita cap) buruk, maka kita adalah baik. Jika orang lain (kita posisikan) salah, maka kita adalah benar. Padahal tidak demikian seharusnya. Benar-salah, baik-buruk, tidak bisa kita hakimi sesuai sudut pandang kita semata. Harus ada informasi yang berimbang dari setiap pihak agar sebuah klaim kebenaran bisa dianggap 'benar'. Jika kita masih terbiasa bersikap seperti dalam kata mutiara ...