6 Desember 2016
Imam Ali kw. pernah berkata "semut di seberang lautan jelas
kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tiada kelihatan". Ini adalah
sebuah perumpamaan, bahwa kita sebagai manusia seringkali dengan mudah
mengidentifikasi kekeliruan orang lain tapi hampir-hampir tidak bisa
melihat keburukan diri sendiri.
Kita begitu mudah melihat orang
lain sebagai pihak yang salah, kita sangat enteng mengatakan orang lain
buruk, tapi kita jarang atau bahkan tidak pernah menempatkan diri kita pada
posisi yang sama. Hidup adalah hitam-putih. Jika orang lain (sudah kita
cap) buruk, maka kita adalah baik. Jika orang lain (kita posisikan)
salah, maka kita adalah benar.
Padahal tidak demikian seharusnya. Benar-salah, baik-buruk, tidak bisa
kita hakimi sesuai sudut pandang kita semata. Harus ada informasi yang
berimbang dari setiap pihak agar sebuah klaim kebenaran bisa dianggap
'benar'. Jika kita masih terbiasa bersikap seperti dalam kata mutiara
Imam Ali tersebut, maka sungguh kita adalah orang yang celaka. Kenapa?
Karena orang yang hanya bisa melihat kebaikannya sendiri tanpa bisa
memandang keburukan pada dirinya, dia tidak akan pernah menemukan
kesejatian. Seperti disebutkan Imam Ali dalam maqolah yang lain "man
'arafa nafsahu faqad 'arafa Rabbahu", siapa yg bisa mengenali dirinya
maka sungguh ia akan mengenali Tuhannya.
Mengenali diri bukan hanya dari segi positif saja, yaitu baik dan benar. Tapi secara keseluruhan, buruk dan salah. Jika manusia sudah bisa mengenali kesejatian dirinya dari semua sisi, maka jalannya untuk mengenal Tuhan akan semakin lapang.
Maiyah Rampak Osing edisi ke 10 bulan Desember ini akan menjadi momen refleksi diri, ngoco, berkaca pada diri. Melihat ke dalam diri sebelum menilai segala hal diluar diri. Monggo sedulur sedoyo merapat.
Mengenali diri bukan hanya dari segi positif saja, yaitu baik dan benar. Tapi secara keseluruhan, buruk dan salah. Jika manusia sudah bisa mengenali kesejatian dirinya dari semua sisi, maka jalannya untuk mengenal Tuhan akan semakin lapang.
Maiyah Rampak Osing edisi ke 10 bulan Desember ini akan menjadi momen refleksi diri, ngoco, berkaca pada diri. Melihat ke dalam diri sebelum menilai segala hal diluar diri. Monggo sedulur sedoyo merapat.

Komentar
Posting Komentar