Langsung ke konten utama

Edisi 23 Katresnan

9 Januari 2018



Mengawali tahun 2018 ini, kembali lingkar maiyah Rampak Osing mengadakan sinau bareng yang bertempat di base camp SMK Telekomunikasi Harapan Genteng di Jl. Mliwis No. 29. Tema yang di usung kali ini adalah Katresnan. 
Acara di buka dengan sholawat dan wirid serta melantunkan Shohibul Baiti.
Mas Wawan membuka tema pada malam hari itu dengan menyatakan bahwa yang pertama kali diingat dalam acara sinau bareng  ini adalah bentuk kecintaan kita terhadap Allah dan RosulNya melalui apa yang sering kita pelajari bersama lewat dawuh-dawuh Mbah Nun dengan berbagai media yang ada pada saat ini. Ide tema pada malam hari ini awalnya melalui Mas Hadi yang di sampaikan beberapa hari sebelum  acara dimulai. Suatu kalimat dalam bahasa jawa untuk akhiran –an untuk kata benda/sifat adalah hal yang sudah di pakai atau dilaksanakan. Seperti contoh sarung-an berarti sarung sudah di pakai.
Uraian yang disampaikan di prolog adalah teks salah satu judul Koes bersaudara pada album vol-1 yang juga dimaksudkan untuk menghargai berpulangnya salah satu personil yaitu Yon Koeswoyo.
Berganti ke Mas Rangga pada malam hari itu yang menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan apa yang mungkin juga dibahas oleh lingkar lain tentang gagasan piagam Maiyah yang dimaksudkan dirancang sedemikian rupa oleh banyak lingkar di seluruh Indonesia untuk mengatur pola-pola pergaulan sesama Jamaah Maiyah dan lingkungan luarnya. Ide awalnya adalah mencontoh dokumen perjanjian yang lahir dari kepiawaian Rasulullah Muhammad Saw dari Piagam Madinah untuk coba di elaborasi dalam berkehidupan pada masa sekarang. Beberapa contoh coba di kemukakan Mas Dayat untuk memberikan contoh kasus dari beberapa yang ada di Piagam Madinah kemudian di contohkan di waktu sekarang dengan menyesuaikan keadaan pada waktu sekarang.
Mas Irawan turut menyumbangkan pendapatnya berkaitan dengan banyaknya persoalan yang muncul dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama dengan prediksi memboomingnya Sinau Bareng pada youtube. Dahulu video yang teruplod sebelum banyaknya bisnis yang berkaitan dengan youtube adalah video penuh/utuh. Serigkali pada saat ini kita lihat banyak yang sudah editan dan disandingkan dengan beberapa pembicara lain untuk beberapa kasus yang diangkat. Disini kita lebih di uji, karena video yang di upload sekarang hanya terkait dengan kepentingan-kepentingan yang sidatnya pribadi atau kelompok tertentu. Jamaah yang lebih dituntut lebih selektif dalam mengambil sudut pandang video-video yang beredar.
Ada beberapa hal lagi yang diungkapkan bahwa katresnan juga harus di sikapi secara seimbang. Bahkan terlalu cinta juga berakibat tidak baik karena ketidak seimbangannya. Apalagi yang bertolak belakang dengan sikap katresnan.

Mas Moizul Ghofur melontarkan pendapat yang diawali dengan satu tembang jawa dari sebuah status :
Katresnan werdining katresnan peparing gusti
Lan mekar ing telenging manah
Lumampahe mongso ngukir lembare dalu rino cinerak malih
Nanging yen katresnan kuwi ditumpangi kekarepan sing ora sae,
Katresnan kuwi dudu peparingane sing Kuoso
Katresnan sing luhur ora ono pamrih
Mung maringi, ora ngarep untung lan rugi
Wani ngorbanake apa sing di duweni jiwa lan raga

Intinya kalau kita mencintai dalam kadar yang sesuai, kita tidak memberi/melakukan sesuatu tanpa melihat dzat dengan ke ikhlasan. Tanpa adanya keinginan untuk mendapatkan balasan.

Mas Hadi memberikan beberapa uraian tingkatan hubungan manusia. Paling bawah tingkatannya adalah mengerti, dalam potongan QS Al- Hujarot 13 syu'uban wa qobaila lita-'arofu, disini lita-'arofu bukan hanya sekedar mengenal tetapi mengerti. Tingkatan yang kedua adalah Ahlaq dan tingkatan terakhir adalah cinta/katresnan.
Acara dipungkasi do’a oleh Mas Rohman, sebagai batas formal acara di tutup sebelum dilanjutkan keacara ngobrol santai dan melanjutkan kopi malam itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edisi 37 Sendang kahuripan

Menjelang pukul 20.00 sederek sudah mulai banyak yang hadir untuk sinau bareng. Sejenak setelahnya, Mas Yongki mulai memoderatori acara untuk mengalirkan acara sinau bareng pada malam hari itu. Di sambung Mas Wawan membacakan Prolog sinau pada edisi 37 dengan tema Sendang Kahuripan sekaligus sedikit mbeber kloso untuk bahan diskusi. Ada sedikit rasa penasaran melihat gambar poster dan prolog yang sudah di share di media sosial tersebut. Untuk itu ada waktu yang tersedia untuk mengutarakan rasa penasaran tersebut. Merespon pertanyaan yang saya lontarkan, Mas Gofar sedikit menjelaskan sendang itu adalah seperti sumber air yang menampung air yang biasa dipakai untuk mandi dan kegiatan lain cukup untuk beberapa orang. Mengenai teratai, disini adalah tanaman yang bersentuhan langsung dengan air untuk kelangsungan hidupnya. Menarik juga dari perjalanan yang beberapa Minggu lalu sempat diperjalankan ke Jogja dan langsung menuju candi Borobudur. Memperhaikan relief yang terda...

Edisi 38 Merangkai cinta untuk semesta

Edisi 38 Merangkai cinta untuk semesta 16 April 2019 Di Basecamp Rampak Osing Menjelang magrib, di base camp Rampak Osing sudah di persiapkan segala sesuatunya berkenaan dengan acara melingkar pada malam hari itu. Tatanan karpet, sound untuk berdiskusi dan ubo rampe yang sudah menyertai beberapa dulur-dulur penggiat sudah memulai obrolan dan diskusi ringan baik terkait dengan tema maupun hal-hal lainnya. Menjelang Isyak, beberapa penggiat yang sudah melingkar mulai memberikan sentuhan pada alat musik yang juga ikut mengiringi acara sinau bareng pada malam hari itu. Dengan lagu baik lagu Indonesia, Barat, maupun nuansa Jawa dan arab terdengar menghangatkan suasana pada malam hari itu. Selepas pukul 20.00, beberapa dulur-dulur penggiat yang sudah hadir mempersiapkan untuk memulai acara terlebih dahulu dengan bertawasul kepada Kanjeng Nabi serta Guru dan segenap sesepuh dan mengirimkan doa dan hadiah fatehah. Selama sekitar setengah jam, kemudian agar sedikit lebih santai,...

Edisi 27 Al Ngadatul Muhakamah

12 Mei 2018 Alhamdulillah, sudah waktunya melingkar untuk bulan ini. Cuaca yang cerah sore hari itu, sedikit saya memastikan kehadiran beberapa sedulur dan kesiapan dalam acara yang pada bulan ini bertempat di Pondok Pesantren Hubburridlo Dusun Sukolilo Desa Barurejo Kecamatan Siliragung Banyuwangi. Bertepatan dengan Tasyakuran yang di adakan Pondok asuhan Romo Kyai Muksin yang mengadakan acara tasyakuran Khataman Kitab Ihya’ Ulumudin ke 4 dan Tafsir Jalalen yang ke 5, acara Maiyah malam hari itu di gelar di halanab depan Ndalem   Kyai Muksin. Rangkaian acara sebenarnya sudah berjalan pada hari ke 3 untuk malm hari itu, diawali denga pagelaran wayang kulit kemudian hari kedua ada pentas hiburan rakyat berupa orkes dan hari ketiga diawali dengan pagelan jaranan pada siang hari kemudian acara puncak tasyakuran digelar sinau bareng. Dimana pada malam hari itu Pak Ilyas yang merupakan salah satu Dosen dari Salatiga Jawa Tengah yang aktif pada Lingkar Kidung Syafaat, ma...