5 Desember 2017
Teramat cintanya Rasulullah
kepada umatnya, sehingga sebelum beliau dipanggil kembali sebagai penanda masa
bakti di dunia sudah berakhir sebagai manusia, beliau memanggil sampai tiga kali untuk umatnya. Syafaat adalah hak
prerogatif untuk menawar nasib kita dihadapan Allah yang hanya di karuniakan
kepada Kanjeng Nabi Muhammad. Syafaat ini diberlakukan hanya untuk mereka yang
mengikuti jejaknya melalui Shalawatan salah satunya.
Mualana Muhammad Ainun Nadjib, SI
Mbah kita menyampaikan tentang Solusi Segitiga Cinta dimana sisi Atas adalah
Allah, sisi kiri adalah Rosulullah yang memiliki hak paten syafaat dan sisi
terakhir adalah Hamba. Solusi yang di tujukan untuk mengatasi segala
permasalahan dalam bulatan diri sendiri, bulatan keluarga, bulatan lingkungan,
bulatan Indonesia dan sebagainya.
Pada pertemuan ke 22 Lingkar
Maiyah Rampak Osing ini, sebagai pengantar tema di gambarkan dengan ilustrasi
gambar beberapa orang yang berlari menuju satu arah yang dimaksud adalah
menjemput syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Mereka melalui jalur masing-masing
untuk menuju tujuan yang sama.
Sebagai pengantar, beberapa hal
disampaikan oleh Mas Dayat sebagai landasan diskusi dan sinau bareng pada malam
hari itu. Ada beberapa sejarah yang juga di beberkan dalam sinau bareng
tersebut terkait dengan Prabu Airlangga, dan beberapa sejarah dari Bumi
Blambangan. Bahkan ada sejarah tentang awal mula Lingkar Maiyah Rampak Osing.
Pada awal-awalnya Rampak Osing
berdiri di prakarsai oleh 6 orang. Mereka adalah sekumpulan pemuda yang
berinteraksi diskusi, diantaranya yang
masih aktif pada malam hari itu adalah mas Dayat. Kelima orang yang malam itu
tidak aktif atau tidak bisa melingkar adalah Mas Toif, Mas Panji dan Mas Amit,
dan Mas Khomsun, Mas Jazuli. Metode yang dicoba di terapkan untuk menarik lebih
banyak jamaah adalah mencontoh sifat air dimana sifatnya adalah mengalir menuju
tempat yang lebih rendah. Dimana pada nantinya di putaran bulan ke enam melebur
bersama grup lain Maiyah Universitas Banyuwangi yang kebetulan Mas Hariyanto
yang pada waktu itu merupakan bagian dari tim Progress Kadipiro bisa hadir di
Purwoharjo bersama beberapa jamaah yang juga bergabung pada malam hari itu
sekitar 10 orang hingga di sepakati sebuah nama Lingkar Maiyah Rampak Osing.
Tak terasa diskusi malam hari itu
sembari ngobrol dan ngopi sudah beberapa jam berlangsung. Sekitar pukul 12
acara pada malam itu dipuncaki dengan doa yang di antarkan oleh Mas Rohman yang
sekaligus bertugas sebagai moderator pada malam hari itu


Komentar
Posting Komentar